Harapan Dari Mereka "Keluarga"

Menjadi salah satu minoritas dalam sebuah lingkungan merupakan tantangan baru bagiku. Pendidikan Anak Usia Dini, tak pernah terbersit dalam benak untuk masuk ke dunia ini. Namun, beberapa tahun lalu menjadi penentu bagiku untuk menjadi bagian darinya.

Berawal dari salah satu teman yang memberikan informasi bahwa untuk jurusan ini masih langka dan menjadi potensial kedepannya. Maka dari itu, mulailah aku mencobanya dengan mendaftar pada pilihan keduaku dan diterima.

Pepatah mengatakan “Kita tidak akan mengetahui seberapa dalamnya air kalau kita tidak menyelamnya” seperti halnya diriku, aku tidak akan mengetahui seberapa pentingkah pendidikan anak usia dini ini jika aku tidak kuliah prodi tersebut. Dengan demikian, saat ini aku telah berada didalamnya. Jerih payah, sus
ah senang, dan overthinking telah kulalui semua, sekarang aku sudah siap menatap masa depan untuk pendidikan anak usia dini.

Dikarenakan kelangkaan seorang laki-laki yang mengambil program studi paud ini, maka aku cukup percaya bahwa kedepannya akan semakin meningkat dan peminat akan semakin banyak. Oleh karenanya, aku termotivasi untuk terus meningkatkan diri dengan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

Pendidikan anak usia dini akan terus berkembang kedepannya, tidak hanya sekedar yang dijalankan saat ini yaitu bernyanyi dan bermain. Maka dari itu, persiapanku untuk menjadi salah satu calon pendidik atau dosen pendidikan anak usia dini tentu harus mempersiapkan diri:

1. Mencintai profesi sebagai guru atau pendidik : mengamalkan ilmu yang telah diperoleh merupakan sikap mulya dari seseorang, dia tidak membiarkan ilmu diperolehnya hanya berhenti ditempatku saja, namun aku akan menularkannya kepada yang lainnya.

2. Meningkatkan diri : dengan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi tentu dengan harapan bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman lebih banyak lagi dari dosen-dosen yang sangat kompeten, cerdas, kreatif dan inovatif.

3. Berpetualang : disini aku akan terus berpetualang mencari pengalaman-pengalaman terkait dunia dan problematika terbaru pada pendidikan anak usia dini melalui jejaring internet atau secara langsung berdiskusi dengan guru-guru di sekolah.

4. Berdo’a dan restu : tentu harapanku untuk menjadi bagian dari dosen nanti dengan meminta do’a restu pada keluarga, memohon pada yang maha kuasa agar harapanku bisa tercapai dan dimuhkan oleh yang kuasa.

Kebahagiaanku saat melihat keluargaku bahagia, begitu yang selalu aku pegang erat untuk bisa mencapai harapan dan keinginan keluarga. Aku akan terus meningkatkan diri agar harapan dan keinginan itu bisa tercapai, do’a dan kerja keras tentu harus kulalui semuanya. Saat ini kata terbaik adalah “lakukanlah”.

Comments

Popular posts from this blog

Seru, Lucu, dan Bahagia Bersama Anak-anak PAUD

Bakti Sosial PIAUD UIN SUKA Bersama IKMAPISI

Masaku dan Kemandirian